BPKAD PROVINSI NTB SALURKAN BANTUAN GEMPA LOMBOK

Admin | Buat pada 2018-09-10 14:41:19

Untuk menanggulangi dampak gempa bumi yang melanda Lombok selama bulan Agustus dengan kekuatan 7.0 SR pada minggu (5/8) dan 7.0 SR pada minggu (19/8) yang lalu dan sesuai Surat Keputusan Sekretaris Daerah Provinsi NTB Nomor : 360-05-Tahun 2018 tentang Pembentukan Posko dan Pembagian Tugas Organisasi Perangkat Daerah, Instansi Vertikal dan BUMN dalam Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok Provinsi NTB Tahun 2018, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB meyalurkan bantuan ke Desa Senggigi Kecamatan Batulayar yang merupakan desa binaan BPKAD Provinsi NTB.


Tim dari BPKAD Provinsi NTB yang didampingi oleh Sekdes Desa Senggigi dan Ketua Tim Penanganan Bencana Desa Senggigi telah melakukan survey terhadap wilayah-wilayah terdampak bencana di Desa Senggigi. Hasil survey 4 dusun di Desa Senggigi terdampak bencana gempa bumi yang cukup parah dan daerah rawan longsor yakni Dusun Senggigi, Dusun Loco, Dusun Kerandangan dan Dusun Mangsit dan terdapat 56 posko darurat yang dibangun di Desa Senggigi.


Sejak gempa bumi pertama pada minggu (5/8) BPKAD Provinsi NTB telah menyalurkan sejumlah 300 Kg Beras, 200 bungkus makanan siap saji, Terpal 10 buah, Air Mineral 105 dus, Indomie 22 dus, Pampers 2 dus, Biskuit 2 dus serta pakaian layak pakai 3 kodi.


Kepala BPKAD Provinsi NTB, H. Supran mengatakan pemberian bantuan ini akan terus dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa. BPKAD Provinsi NTB juga terus berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka penanggulangan bencana gempa bumi yang melanda Pulau Lombok.

Berita Terkini

indexs

LELANG HEWAN TERNAK/SAPI MILIK PEMERINTAH PROVINSI

Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima kembali melaksanakan Lelang Non Eksekusi Wajib BMD berupa hewan ternak/sapi di Wilayah Kabupaten Sumbawa dengan tertib dan lancar,  Selasa (11/12/2018) siang.

 

Pelelangan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Provinsi NTB dilakukan karena hewan ternak/sapi sudah tidak produktif/afkir dan untuk mengurusnya perlu biaya operasional yang besar. Adapun hewan/ternak sapi yang dilelang berjumlah 37 ekor hewan ternak/sapi dan dibagi menjadi 8 (delapan) paket. Ternak sapi yang dilelang merupakan barang milik daerah yang tercatat dalam daftar barang milik daerah pada UPTD Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Serading Sumbawa. Dalam kegiatan lelang ini berhasil menjual seluruh paket lelang atau 8 (delapan) paket lelang, dengan jumlah hewan ternak/sapi sebanyak 34 ekor yang terdiri dari 30 ekor sapi betina dan 4 ekor sapi jantan.

[selengkapnya]